Menguatkan Pelestarian Budaya Indonesia melalui Pembelajaran Seni di Sekolah Indonesia Bangkok

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

Bangkok, Thailand — Mahasiswi Program Studi Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut berkontribusi dalam pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) Internasional melalui pembelajaran Seni Budaya yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs) di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Salah satu mahasiswa yang terlibat, Vanesia Aulora Qurnianti Maddatuang, mahasiswa Pendidikan Seni Tari UNY angkatan 2023, melaksanakan kegiatan pengajaran Seni Budaya pada jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas siswa sekaligus memperkenalkan dan menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman seni dan budaya Indonesia, sejalan dengan SDGs 4 target 4.7 dan SDGs 11 target 11.4.

Pembelajaran bertujuan mengenalkan seni dan budaya Indonesia melalui kegiatan yang kreatif dan eksploratif. Materi yang diberikan mencakup seni tari dan seni rupa. Pada seni tari, siswa mengenal berbagai tarian Indonesia beserta ciri khas daerahnya, serta melakukan penciptaan gerak tari menggunakan benda-benda di sekitar. Pada seni rupa, siswa mengenal pakaian adat Indonesia melalui kegiatan mencari informasi, menggambar, dan mewarnai. Siswa juga mengenal batik dan wayang melalui kegiatan mengenali ragam budaya, membuat sketsa motif batik, serta menggambar lima tokoh Pandawa. Pembelajaran didukung dengan penggunaan gambar, video, presentasi, praktik berkarya, dan kegiatan interaktif agar siswa dapat memahami budaya Indonesia secara lebih dekat. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai seni dan budaya Indonesia, tetapi juga diberikan ruang untuk mengamati, mengeksplorasi, dan menghasilkan karya.

Pengenalan tari tradisional, pakaian adat, batik, dan wayang menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran serta apresiasi siswa terhadap keberagaman budaya Indonesia. Hal ini mendukung SDGs 4 target 4.7 melalui pendidikan yang mengenalkan keberagaman budaya dan mendorong siswa untuk menghargainya, serta berkontribusi pada SDGs 11 target 11.4 melalui pengenalan dan apresiasi terhadap warisan budaya. Kontribusi tersebut juga diperkuat melalui pendampingan kegiatan seni siswa kelas 3 dan 4, serta pendampingan paduan suara dan kelompok keroncong dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di KBRI Bangkok. Melalui Praktik Kependidikan Internasional, pembelajaran Seni Budaya menjadi media yang menghubungkan kreativitas, pendidikan, dan pengenalan budaya Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pembelajaran yang kreatif dan berkelanjutan di SIB, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk mengenal, memahami, dan menghargai keberagaman seni dan budaya Indonesia serta turut menjaga keberlangsungannya sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.