Pembelajaran Beksan Wiratama dalam Mata Pelajaran Tari Yogyakarta Alus sebagai Media Pendidikan Karakter dalam Mendukung SDGs di SMKI Yogyakarta

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

Kasihan, Yogyakarta – Pembelajaran Beksan Wiratama menjadi salah satu bagian dalam mata pelajaran Tari Yogyakarta Alus di SMK Negeri 1 Kasihan atau SMKI Yogyakarta. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di ruang Praktik Tari dengan melibatkan guru dan peserta didik Jurusan Seni Tari sebagai pelaksana dan sasaran utama. Melalui proses latihan bersama, peserta didik tidak hanya mempelajari teknik dan ragam gerak tari, tetapi juga memahami nilai karakter yang terkandung dalam Beksan Wiratama. Kegiatan ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena pembelajaran seni dapat menjadi sarana pengembangan keterampilan, karakter, kedisiplinan, dan apresiasi terhadap budaya.

Pembelajaran Beksan Wiratama bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menguasai teknik gerak sekaligus memahami karakter dan cerita yang menjadi dasar penciptaan tari. Pada Kelas XI Tari 2 Materi Beksan Wiratama berkaitan dengan kisah Janaka dan Jungkung Mardeya yang terlibat dalam peperangan karena memperebutkan seorang perempuan. Dalam proses pembelajaran, peserta didik mempelajari berbagai ragam gerak, sikap tubuh, ekspresi, serta karakter tokoh yang terdapat dalam tarian. Latihan dilakukan melalui pemanasan, pengenalan gerak, pengulangan ragam gerak, latihan secara individu maupun bersama, hingga penyelarasan gerak dengan iringan. Guru memberikan contoh, arahan, koreksi, dan penjelasan mengenai karakter tari, sedangkan peserta didik dituntut untuk berlatih secara tekun dan konsisten. Melalui proses tersebut, nilai cerita tidak hanya dipahami sebagai kisah peperangan, tetapi juga menjadi bahan untuk mengenali karakter, keteguhan, pengendalian diri, serta konsekuensi dari sebuah konflik.

Hasil pembelajaran menunjukkan bahwa Tari Yogyakarta Alus dapat menjadi media pendidikan karakter yang melengkapi kemampuan teknis peserta didik. Latihan yang dilakukan secara berulang membantu membentuk kesabaran, kedisiplinan, konsentrasi, ketekunan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Karakter tegas dan kuat yang ditampilkan dalam tari putra juga memberikan pengalaman bagi peserta didik dalam memahami karakteristik estetika Tari Yogyakarta. Pembelajaran tersebut turut mendukung SDGs 4 melalui pendidikan yang mengembangkan keterampilan sekaligus karakter, serta berkontribusi terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional melalui proses pembelajaran generasi muda.

Pembelajaran Beksan Wiratama diharapkan tidak berhenti pada penguasaan gerak, tetapi terus dikembangkan sebagai sarana untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam seni tradisi. Peserta didik diharapkan mampu membawa sikap disiplin, sabar, bertanggung jawab, dan mampu mengendalikan diri dari ruang praktik tari ke kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran Tari Yogyakarta Alus dapat terus menjadi bagian dari pendidikan berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan seni budaya Yogyakarta di kalangan generasi muda.

oleh Muhammad Yoga Asmara