DUKUNG SDGS POIN 3, 4, DAN 10, MAHASISWA PENDIDIKAN SENI TARI CIPTAKAN KOREOGRAFI DARI LAGU “RUKUN SAMA TEMAN”

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

Berbah, Sleman – Seni tari tidak hanya berfungsi sebagai media belajar anak untuk mengenal gerakan, irama, dan ekspresi, tetapi dapat dijadikan sebagai media untuk membentuk karakter, kerja sama, dan sikap saling menghargai. Hal tersebut direalisasikan dalam penciptaan gerak yang sederhana untuk lagu “Rukun Sama Teman” di SMP Negeri 2 Berbah.

Koreografi ini merupakan bagian dari kegiatan Praktik Kependidikan (PK) yang dilaksanakan oleh Nor Faiza dan Laurencia Vianney Inaz Christiant, mahasiswi Program Studi Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta, yang berperan sebagai koreografer. Keduanya menciptakan gerakan yang sederhana dan mudah untuk diikuti oleh murid tanpa harus membuat mereka kesulitan dalam menghafal dan menyesuaikan gerak dengan musik.

Dokumentasi Gerak dan lagu “Rukun Sama Teman” dapat disaksikan melalui video berikut:

https://youtu.be/Ts2rg11kWSc?si=hf1N45cei7HltPTZ

Kegiatan ini memilki hubungan dengan Suistainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Seni tari memberikan kesempatan bagi murid untuk melakukan aktivitas fisik dengan cara yang menyenangkan dan bebas berekspresi dalam menikmati proses pembelajaran.

Kemudian kegiatan ini juga sangat mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas karena pembelajaran seni tari memberikan pengalaman belajar yang aktif, kreatif, dan kolaboratif. Murid tidak hanya belajar keterampilan gerak, melainkan mampu mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi dan bekerja sama melalui kegiatan kelompok.

Keterkaitan lainnya terdapat pada SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Gerakan yang sederhana membuat murid dengan kemampuan menari yang berbeda tetapi tetap dapat berpartisipasi. Murid berkesempatan untuk mengikuti kegiatan ini tanpa harus memiliki kemampuan tari yang sama.

Bagi Nor Faiza dan Laurencia Vianney Inaz Christiant, kegiatan ini merupakan implementasi pengetahuan yang diperoleh selama proses perkuliahan ke dalam Praktik Kependidikan di sekolah. Dalam proses belajar menjadi calon pendidik seni, keduanya menciptakan gerakan dengan menyesuaikan karakteristik dan kemampuan murid.

Melalui gerak dan lagu “Rukun Sama Teman”, seni tari tidak hanya belajar tentang wiraga, wirama, dan wirasa, melainkan dapat menjadi media dalam menciptakan pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan inklusif. Oleh karena itu, pembelajaran seni dapat berkontribusi dalam mendukung nilai-nilai pembangunan berkelanjutan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan murid.

oleh Nor Faiza dan Laurencia Vianney Inaz Christiant