Upaya Meningkatkan Keterampilan, Ketelatenan, dan Kesabaran Siswa : Melalui Pembelajaran Rias Tari di SMK N 1 Kasihan ( SMKI Yogyakarta )
Primary tabs

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan yang dibuat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Salah satu tujuan SDGs yang berkaitan dengan dunia pendidikan adalah SDGs 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Pendidikan berkualitas tidak hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga tentang bagaimana siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan sikap yang dapat berguna untuk kehidupan di masa depan. Di SMKI Yogyakarta, salah satu pembelajaran yang dapat mendukung SDGs 4 adalah mata pelajaran makeup atau tata rias panggung. Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya diajarkan mengenai cara dan teknik makeup tari menggunakan alat dan bahan makeup, tetapi juga belajar melakukan praktik secara langsung. Pembelajaran yang dilakukan melalui praktik membuat siswa dapat mengembangkan kemampuan mereka secara bertahap sesuai dengan proses belajar yang dilakukan. Melalui mata pelajaran makeup, siswa dapat melatih keterampilan dalam melakukan tata rias. Siswa belajar mengenal berbagai alat dan bahan makeup, memahami fungsi dari setiap produk, belajar memilah dan memilah produk untuk berbagai macam jenis kulit, serta mempraktikkan teknik dasar hingga teknik yang lebih kompleks. Selain praktik di sekolah, siswa juga diberikan tugas untuk berlatih di rumah. Dengan melakukan latihan secara berulang di sekolah maupun di rumah, siswa dapat meningkatkan kemampuan dalam makeup tari. Selain keterampilan, pembelajaran makeup juga dapat melatih ketelatenan dan ketelitian siswa. Dalam merias wajah, siswa perlu memperhatikan banyak hal, mulai dari kebersihan alat, kondisi wajah, pemilihan warna, bentuk riasan, hingga hasil akhir makeup sesuai dengan ketentuan bentuk makeup tari. Kesalahan kecil dalam proses merias dapat memengaruhi hasil keseluruhan. Oleh karena itu, siswa perlu mengerjakan setiap tahap dengan teliti dan tidak terburu-buru. Pelajaran makeup juga mengajarkan kesabaran kepada siswa. Karena belajar makeup itu tidak dapat didapatkan secara instan untuk hasil akhirnya. Siswa mungkin mengalami kesalahan, seperti teknik kompleksion yang kurang matang, bentuk garis yang kurang rapi, warna yang kurang sesuai, atau teknik yang belum dikuasai. Dari kesalahan tersebut, siswa belajar untuk mencoba kembali, memperbaiki hasilnya. Hal ini dapat membentuk sikap sabar dan dan menghargai dalam proses belajar. Selain itu, makeup dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas siswa.
Siswa dapat bereksperimen dengan warna, bentuk, dan konsep riasan sesuai dengan kebutuhan. Dalam lingkungan SMKI terutama jurusan seni tari kemampuan makeup juga sangat wajib digunakan untuk mendukung berbagai pementasan tari. Tata rias dapat membantu memperkuat karakter dan konsep yang ingin ditampilkan dalam sebuah pertunjukan tari. Pembelajaran makeup juga dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Ketika siswa berhasil membuat riasan dengan baik setelah melalui proses latihan, mereka akan merasa lebih percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Rasa percaya diri tersebut dapat membantu siswa dalam mengikuti praktik, menampilkan hasil karya, maupun bekerja sama dengan orang lain.
Dalam proses pembelajaran, siswa juga dapat belajar bekerja sama dan bertanggung jawab. Misalnya, ketika melakukan praktik makeup untuk pertunjukan tari, siswa harus bekerja sama teman satu kelompok untuk saling mengoreksi agar hasil tata rias sesuai dengan konsep pertunjukan tari. Siswa juga belajar bertanggung jawab terhadap alat dan bahan yang digunakan serta menjaga kebersihan setelah praktik. Keterampilan yang diperoleh dari mata pelajaran makeup juga dapat menjadi bekal siswa untuk masa depan. Tata rias merupakan salah satu bidang yang dapat dikembangkan dalam industri kreatif.
Setelah lulus, keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau mengembangkan usaha di bidang tata rias, seperti menjadi makeup artist. Dengan demikian, mata pelajaran makeup di SMKI Yogyakarta dapat menjadi salah satu bentuk penerapan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas. Pembelajaran tidak hanya memberikan pengetahuan tentang tata rias, tetapi juga melatih keterampilan, ketelitian, ketelatenan, kesabaran, kreativitas, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang membantu siswa mengembangkan kemampuan secara menyeluruh dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi kehidupan serta dunia kerja di masa depan.
oleh zahra kholidah enas