Tari Nandak sebagai Media Pelestarian Budaya dan Pendidikan Berkualitas

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

Kalasan — Pembelajaran seni tari di SMP Negeri 3 Kalasan dilaksanakan melalui pengenalan jenis-jenis tari tradisional dan praktik Tari Nandak sebagai bagian dari kegiatan Praktik Kependidikan (PK) yang dilakukan oleh Adelia Putriana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas VIII dan bertujuan memberikan pengalaman belajar seni yang aktif serta menyenangkan. Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran seni dan budaya.
Kegiatan diawali dengan pembelajaran teori mengenai jenis-jenis tari tradisional, meliputi pengertian, ciri-ciri, fungsi, dan contoh tari. Setelah itu, siswa mengikuti praktik Tari Nandak dengan mempelajari sikap tubuh, gerak dasar, koordinasi tangan dan kaki, irama, ekspresi, serta pola lantai. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, kreativitas, kerja sama, dan kepercayaan diriSiswa kemudian dibagi dalam kelompok untuk berlatih dan menyusun pola lantai sesuai dengan kreativitas masing-masing. Dalam prosesnya, siswa berdiskusi untuk menentukan arah hadap, perpindahan posisi, dan kekompakan gerak.
Kegiatan praktik Tari Nandak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, kerja sama, dan kepercayaan diri. Salah satu kelompok siswa kelas VIII C menunjukkan kreativitas dalam menyusun pola lantai Tari Nandak. Pada bagian akhir penampilan, mereka membuat formasi bertingkat dengan menempatkan seorang siswa pada posisi lebih tinggi menggunakan tumpuan yang telah disiapkan oleh dua orang temannya. Hasilnya, kelompok tersebut mampu menampilkan pola akhir yang unik dan berbeda dari kelompok lain. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal dan menghargai seni budaya tradisional.
Melalui kegiatan PK ini, diharapkan pembelajaran seni tari dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Siswa tidak hanya belajar menguasai gerakan Tari Nandak, tetapi juga belajar bekerja sama, berkreasi, dan menghargai keberagaman budaya. Tari Nandak tidak hanya dipelajari sebagai gerakan, tetapi juga sebagai bagian
dari budaya yang perlu dihargai dan dilestarikan. Dengan demikian, pembelajaran seni tari dapat mendukung SDG 4 sekaligus menjadi salah satu upaya mengenalkan dan melestarikan budaya tradisional kepada generasi muda.
Oleh: Adelia Putriana