PENERAPAN NILAI FALSAFAH JOGED MATARAM DALAM PBM SENI BUDAYA DI SMP N 2 SEWON: UPAYA MEWUJUDKAN SDGs 4
Primary tabs

BANTUL – SMP Negeri 2 Sewon bersama para mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY 2026 menginisiasi integrasi nilai falsafah Joged Mataram ke dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas pada mata pelajaran Seni Budaya mulai Senin (27/07/2026). Penerapan metode pembelajaran berbasis budaya lokal ini dirancang kolaboratif antara mahasiswa PK UNY 2026 dan tim pendidik SMPN 2 Sewon, serta diterapkan secara langsung kepada seluruh siswa di ruang-ruang kelas. Inovasi pedagogis ini dihadirkan sebagai langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 4, yaitu mewujudkan pendidikan berkualitas yang inklusif, relevan, serta berbasis kebudayaan lokal. Dalam implementasi sehari-hari di ruang kelas, metode ini dijabarkan melalui eksplorasi mendalam terhadap empat pilar utama Joged Mataram. Para siswa tidak hanya diperkenalkan pada tataran teori, tetapi diajak menghayati esensi sawiji (fokus penuh saat proses belajar mengajar), greget (menumbuhkan semangat dan keaktifan dalam belajar), sengguh (membangun rasa percaya diri tanpa kehilangan kerendahan hati), serta ora mingkuh (memiliki ketangguhan dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan akademik maupun sosial).
Guru Seni Budaya bersama mahasiswa PK UNY 2026 berkolaborasi merancang skenario pembelajaran interaktif memadukan materi tari tradisi, eksplorasi tari tradisi kreasi sesuai tema, serta refleksi mental, sehingga nilai-nilai luhur tersebut terintergrasikan secara alami ke dalam jiwa setiap peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung. Transformasi metode pembelajaran yang mengusung kearifan lokal ini terbukti memberikan dampak transformatif yang luar biasa terhadap budaya sekolah. Secara psikologis dan akademis, para siswa menunjukkan peningkatan daya konsentrasi yang lebih baik, tingkat kedisiplinan yang semakin matang, serta keberanian untuk mengekspresikan potensi diri secara positif di depan publik. Pendekatan ini berhasil mengubah dinamika kelas menjadi ruang yang dinamis, di mana penguasaan materi seni berjalan seirama dengan pembentukan mentalitas baja dan kebanggaan mendalam terhadap identitas budaya daerah. Hal ini sejalan secara esensial dengan target SDGs Poin 4, yakni melahirkan proses pembelajaran berkualitas tinggi yang adaptif terhadap akar budaya nusantara.
Keberhasilan implementasi tahap awal ini mendorong SMPN 2 Sewon untuk merumuskannya sebagai modal jangka panjang. Pihak sekolah berkomitmen menjadikan metode pembelajaran berbasis falsafah Joged Mataram ini sebagai pilar kurikuler yang berkelanjutan, yang nantinya tidak hanya diterapkan dalam jam pelajaran Seni Budaya, tetapi juga diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran lain serta kegiatan ekstrakurikuler. Melalui metodei ini, harapannya SMPN 2 Sewon optimis dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul, cerdas, dan kompetitif secara intelektual, melainkan juga memiliki fondasi moral, etika, dan kepribadian luhur yang berakar kuat pada kearifan budaya bangsa.
oleh Dimas Putra Sadewa