Kontribusi Praktik Kependidikan dalam Mendukung SDGs 4 dan 11 di SMA Negeri 1 Seyegan
Primary tabs

SMA Negeri 1 Seyegan saat ini meluncurkan program Praktik Kependidikan (PK) yang dikemas secara integratif melalui program kokurikuler/ekstrakurikuler wajib sekolah bernama SBO (Seni, Budaya, dan Olahraga). Ada dua fokus utama yang melatarbelakangi pelaksanaan aktivitas ini, yakni: (1) memberikan pengajaran materi akademis secara komprehensif, dan (2) melakukan pendampingan praktik langsung bimbingan gerak seni tari bagi para peserta didik. Sebagai program unggulan sekolah, SBO dirancang secara khusus untuk mengembangkan bakat, minat, dan karakter aktif siswa. Terkait dengan agenda global PBB, program ini merupakan kontribusi nyata dalam mensukseskan SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pendidikan seni yang merata, serta SDGs Poin 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) melalui upaya pelestarian warisan budaya lokal sejak dini kepada generasi muda. Sebagai sebuah proyek akademik dan kebudayaan, kegiatan PK SBO ini dirancang dengan linimasa yang terstruktur, mulai dari perancangan kegiatan bersama, pendampingan intensif gerak tari di sekolah, hingga tahap evaluasi dan pelaporan akhir.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis dan non-teknis peserta didik dalam mengapresiasi serta mempraktikkan seni tari tradisional maupun kreasi yang selaras dengan nilai-nilai budaya. Ada dua kontribusi utama yang dihadirkan melalui program SBO ini untuk mengantisipasi kurangnya wadah ekspresi seni di sekolah, yakni sebagai berikut: 1. Menyediakan pengajaran akademis terstruktur yang mampu menguatkan pemahaman konseptual siswa mengenai seni tari. 2. Melakukan pendampingan praktik langsung bimbingan gerak tari guna mengasah kepekaan motorik dan estetika generasi muda. Kontribusi yang pertama mempunyai kelebihan mampu membangun fondasi teori yang kuat bagi siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum baku sekolah. Kelemahannya, pengajaran teori saja tidak cukup menarik jika tidak diimbangi dengan ruang berekspresi secara fisik di lapangan. Kontribusi yang kedua, melalui bimbingan gerak langsung, memberikan dampak instan bagi siswa untuk menyalurkan energi aktif dan kreativitas mereka. Cara ini menjadi solusi paling efektif dan cepat untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan lokal sekaligus membentuk karakter yang adaptif. Oleh karena itu, integrasi pengajaran materi akademis dan pendampingan praktik langsung dalam SBO ini dipilih untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang siswa di sekolah.
Indikator pencapaian program PK ini adalah sebagai berikut: 1. Peserta didik di SMA Negeri 1 Seyegan mampu menguasai kompetensi akademis seni budaya sekaligus mahir dalam memperagakan bimbingan gerak seni tari yang telah diajarkan. 2. Sekolah berhasil mengimplementasikan keberlanjutan program SBO sebagai wadah pelestarian budaya lokal yang konsisten. Gambaran aktivitas seni yang diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah ini didahului dengan penyusunan modul integratif antara materi kelas dan luar kelas. Seluruh rangkaian gerak tari yang diajarkan secara khusus dikurasi dan disesuaikan dengan tahapan perkembangan psikologis serta usia para siswa SMA Negeri 1 Seyegan agar proses pelestarian budaya berjalan secara menyenangkan dan bermakna.
oleh Tri wahyuni