Media dan Kampanye Poster Tari Nusantara sebagai Edukasi Pelestarian Budaya dan Alam

Keterangan Sumber Foto: 
dokumentasi pribadi

TEMPEL — SMP N 1 Tempel menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan edukatif bertajuk Media & Kampanye Poster Tari Nusantara (Dance & Message Campaign) pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Marcela Tri Wulan Sari Mahasiswi Praktik Kependidikan dari UNY ini menyasar para peserta didik kelas 8 dengan fokus utama meningkatkan wawasan mengenai hubungan erat antara seni tari Nusantara, kebudayaan, dan pelestarian lingkungan hidup.

Program ini dirancang untuk menjawab sejumlah target dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Poin utama yang disasar meliputi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 14 (Ekosistem Lautan), serta SDG 15 (Ekosistem Darat).

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pengenalan dan analisis mendalam terhadap tarian daerah yang merefleksikan alam, seperti Tari Cendrawasih dari Bali dan Tari Burung Enggang dari Kalimantan. Dalam sesi ini, peserta didik diajak mengenali latar belakang historis tarian, memaknai gerakan yang meniru flora dan fauna, serta mendiskusikan pentingnya menjaga habitat hewan yang menjadi inspirasi karya seni tersebut.

Usai sesi analisis, peserta didik langsung menuangkan pemahaman mereka ke dalam bentuk visual melalui pembuatan poster digital bertema “Seni Tari & Pelestarian Alam” menggunakan aplikasi Canva. Tanpa melakukan praktik menari secara langsung, para siswa mengeksplorasi kreativitas dengan memadukan elemen tari lokal, makna filosofis gerakan, serta ajakan menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan presentasi kelompok kecil. Setiap siswa memaparkan karya posternya untuk mendapat tanggapan serta evaluasi dari rekan sekelompok terkait kejelasan pesan budaya dan lingkungan yang disampaikan.

Marcela Tri Wulan Sari selaku pengampu kegiatan menyampaikan bahwa program ini memberikan banyak manfaat nyata bagi peserta didik, mulai dari peningkatan pengetahuan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, hingga tumbuhnya kepedulian sosial dan ekologis. Melalui metode pembelajaran yang aktif dan reflektif ini, peserta didik tidak sekadar memandang tari Nusantara sebagai warisan budaya leluhur, melainkan menyadari bahwa kelangsungan seni tradisional sangat bergantung pada kelestarian alam di sekitarnya.

Kegiatan ini diharapakan dapat membentuk karakter peserta didik yang menghargai keberagaman budaya sekaligus memiliki kepekaan terhadap isu lingkungan. Pemahaman tersebut di kemudian hari diharapkan mampu diwujudkan dalam aksi nyata sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mencintai budaya lokal, serta aktif menyebarkan pesan pelestarian kepada masyarakat luas. 

oleh Marcela Tri Wulan Sari